"Sekarang ini yang paling utama penanganan jangka pendek, baik itu penghentian pertikaian dan upaya perdamaian serta menangani dampak yang dialami masyarakat," ucapnya.
Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa pada kesempatan yang sama juga mengapresiasi keinginan kedua kelompok warga untuk berdamai.
"Saat ini kedua kelompok masyarakat, baik itu Ohoidertutu maupun Ohoiren sama-sama menginginkan suasana dapat kondusif atau normal kembali," kata Pangdam.
Dia meyakini, akibat pertikaian banyak menimbulkan kerugian dan sangat berdampak dalam aktivitas warga sehari-hari. Seperti anak-anak tidak bisa bersekolah.
Sekda Malra Ahmad Yani Rahawarin menyampaikan, orang Kei memegang teguh martabat yang dianut Ain Ni Ain, artinya satu memiliki satu. Artinya, kalau pun ada persoalan maka dibicarakan baik-baik.