Pemuda Tulehu Lestarikan Pengolahan Sagu dengan Cara Tradisional

Antara
Sejumlah warga melakukan penyaringan (sahani) parutan sagu di sebuah Walang Goti atau tempat pemarutan sagu di Dusun Waimamina, Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Minggu (1/8/2021). Foto: Antara/FB Anggoro

AMBON, iNews.id  - Warga Desa Tulehu, Maluku Tengah, Maluku, masih melestarikan komoditas sagu sebagai bahan pangan. Bahkan para pemuda aktif mengolah sagu dengan cara tradisional atau manual.

Tulehu merupakan sentra tanaman sagu di Maluku. Untuk mengolah sagu secara tradisional membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup panjang sebelum bisa dikonsumsi.

"Rata-rata yang membuat sagu adalah anak-anak muda dan caranya masih sama. Tidak berubah," kata warga Desa Tulehu, Deki (42), Senin (2/8/2021).

Desa Tulehu memiliki empat jenis pohon yang dilestarikan oleh warga lokal secara turun-menurun. Menurut salah seorang pengolah sagu, Fadli, Tulehu merupakan pemasok untuk Kota Ambon.

Fadli menyebutkan, harga satu sagu tumang di tingkat pengumpul di Kota Ambon Rp35.000. Sagu tumang yang bisa dijadikan tepung dan papeda, diolah secara tradisional dan dibungkus daun.

Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Gempa Hari Magnitudo 5,3 Guncang Tanimbar Maluku, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Aleg Perindo Welhelm Kurnala Siapkan Ambulans Laut Atasi Keterbatasan Akses Medis di Aru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal