AMBON, iNews.id - Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku dinilai tak serius mencabut izin operasional ratusan kapal andon dari luar daerah yang mencari telur ikan di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Padahal hal ini merugikan nelayan di perairan tersebut.
Anggota DPRD Maluku, Santhy Tethol mengatakan, sudah meminta atensi Gubernur Maluku Murad Ismail terkait izin kapal-kapal dari luar daerah ini.
"Karena sampai sekarang dinas belum juga mengeluarkan sepucuk surat untuk menghentikan pengoperasian kapal-kapal tersebut. Padahal kami sudah menyampaikan hal ini secara resmi," kata Santhy di Kota Ambon, Maluku, Jumat (11/9/2020).
Menurut Ketua Komisi II DPRD Maluku, masalah ini sudah menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka kesulitan mencari telur ikan atau ikan sejak 2012 lalu.
Mereka meminta pemerintah daerah (pemda) dan DPRD untuk ambil sikap dan kebijakan yang dinilai tidak merugikan para nelayan. Area tangkapan mereka dikuasi nelayan andon dari luar daerah.