Pattimura dilantik menjadi kapten dan memilih beberapa orang pembantunya yang berjiwa ksatria, di antaranya Anthoni Rhebok, Philips Latimahina, Lucas Selano, Arong Lisapafy, Melchior Kesaulya dan Sarassa Sanaki, Martha Christina Tiahahu dan Paulus Tiahahu. Pattimura bersama Philips Latumahina dan Lucas Selano inilah yang melakukan penyerbuan ke benteng Duurstede.
Ekspedisi Beetjes
Saat perlawanan terdapat berita yang membingungkan pemerintah Belanda di Kota Ambon yaitu tentang jatuhnya Benteng Duurstede ke tangan pasukan Pattimura dan pemusnahan orang-orang Belanda.
Akhirnya Gubernur Van Middelkoop dan Komisaris Engelhard memutuskan pengerahan militer yang besar ke Saparua, di bawah pimpinan Mayor Beetjes. Ekspedisi tersebut kemudian disebut dengan ekspedisi Beetjes.
Pattimura dan pasukannya kalahkan Beetjes dan tentaranya
Kapitan Pattimura kemudian langsung mengatur taktik dan strategi pertempuran. Dia membawa pasukan rakyat sekitar 1.000 orang yang diatur dalam pertahanan sepanjang pesisir mulai dari Teluk Haria sampai Teluk Saparua. Bersama pasukannya, Pattimura berhasil mengalahkan Beetjes dan tentaranya.
Proklamasi Portho Haria
Kemudian diadakan rapat raksasa di Haria untuk menyatakankebulatan tekad melanjutkan perjuangan melawan Belanda, tepatnya pada 20 Mei 1817.