Kisah Heroik Danjen Kopassus Memburu Perusuh Konflik Ambon di Tengah Bidikan Sniper dan Bom

Sucipto
Letjen Nyoman Cantiasa saat menjabat Danjen Kopassus 2019-2020. (Foto: kopassus.mil.id).
Pasukan Korps Baret Merah atau Kopassus. (Foto: Penkopassus).

Setelah Pangdam memberi lampu hijau untuk menyerang perusuh, pukul 05.00 WIT pasukan langsung bergerak kearah Hotel Wijaya II. Serangan pembukan dilakukan dengan granat kejut dan rentetan tembakan. Dengan cepat pasukan masuk dan menyerbu ruangan demi ruangan. Ledakan granat kejut dan rentetan tembakan terdengar di mana-mana.

Sungguh pertempuran kota seperti pertempuran Stalinggrad di Uni Soviet semasa perang dunia II. Pada saat bersamaan, patroli Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ambon berpatroli memblokir laut mencegah kaburnya perusuh atau datangnya bantuan dari laut.

Pembersihan hotel berlangsung hingga pukul 07.00. Aparat bertekad menangkap mereka hidup - hidup. Beberapa mencoba lari tapi berhasil dikejar di sekitar hotel dan banyak juga yang menyerah tanpa syarat. 

Para perusuh sudah setahun menempati Hotel Wijaya II itu dan tidak pernah mengira aparat akan berani masuk menyerbu. Banyak dari mereka yang ditangkap ternyata dalam keadaan mabuk dan sisa - sisa pesta ditemukan dalam hotel. 

Tak disangka bahwa saat masyarakat Ambon dicekam ketakutan, ternyata para perusuh justru berpesta pora. Sebagian dari perusuh yang ditangkap adalah warga sipil, mantan tentara dan polisi yang ditangkap atau desersi. 

Tim gabungan di lokasi juga menyita revolver, pistol FN 46, Colt 38, serta beragam senapan seperti AK 101, AK 102, Lee Enfield (LE), SKS, MK-1, MK-3, SS-1, M-16, SPR, US Carabine 30mm, Ruger mini, Mauser, senapan dan bom rakitan disertai dokumen berisi catatan serangan dan rencana serangan.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

Kronologi Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak Papua Tewaskan 5 Orang

57 tahun lalu

Ditangkap Bareskrim, Begini Peran Bripka Dedy di Kampung Narkoba Samarinda

57 tahun lalu

Heboh! Tas Mencurigakan Diduga Bom di Tol Banyumanik Semarang, Gegana Turun Tangan

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal