"Jadi begitu hasil swap test HK keluar dan dinyatakan positif pada 3 Mei 2020, maka pada hari yang sama dilakukan pemeriksaan cepat menggunakan RDT terhadap istri saya tetapi hasilnya nonreaktif," ujarnya.
Namun agar lebih meyakinkan, Kasrul kemudian meminta dilakukan swap terhadap istrinya pada 7 Mei 2020. Hasilnya baru keluar pada 11 Mei 2020 dan dinyatakan positif.
"Jadi berdasarkan hasil tracing istri saya terinfeksi dari rekan sekerjanya, mengingat saat itu kantor mereka sedang sibuk-sibuknya membagi kebutuhan pokok kepada masyarakat di Kota Ambon. Istri saya juga turun langsung untuk membaginya di lapangan," katanya.
Sementara itu, hasil swab test dirinya dan juga anak-anak menunjukkan negatif. Dia pun berterima kasih kepada warga sekitar tempat tinggal yang tidak berkeberatan istrinya tetap diisolasi dan dirawat di rumah.
Kasrul mengatakan, Covid-19 merupakan virus yang tidak memiliki mata, tak mengenal suku atau jabatan. Maka dari itu, dia selalu mengimbau dan mengedukasi masyarakat untuk menghindarkan diri dari penyebaran pandemi tersebut.
“Siapa pun bisa saja terinfeksi," katanya.