Evi mengatakan, kegiatan transaksi jual beli hasil perkebunan Maluku di Kota Ambon agak sepi. Bahkan beberapa hari belakangan ini tidak ada kegiatan transaksi.
"Kalau minggu yang lalu masih ada petani yang datang, hanya saja tidak terlalu banyak. Kebanyakan, komoditas yang masuk ke toko ini hanya berjumlah puluhan kilogram yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka dan berasal dari kawasan Pulau Ambon saja," katanya.
Sedangkan dari luar Pulau Ambon seperti Pulau Ambalau, Buru dan sebagian dari Pulau Seram tidak datang melakukan transaksi. Hal ini terkait dengan berbagai aturan transportasi yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka memutuskan penyebaran Covid-19.
"Sebelum kondisi dan situasi virus corona ini, biasanya petani dari Pulau-Pulau di Maluku memasok hasil panen mereka untuk jual di Ambon mempergunakan mobil-mobil truk, tetapi sekarang sepi," ujarnya.
Dia bahkan mengaku sering tutup toko hingga tiga hari atau empat hari. Kalau ada petani yang menghubungi barulah dilayani.