"Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata)," kata Roeroe.
Secara geologi, batuan yang menyusun Gunung Ibu terdiri dari lava, aliran piroklastik, dan jatuhan piroklastik
Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Ibu pertama kali meletus pada Agustus hingga September 1911. Namun, tidak ada penjelasan jenis dan dampak letusan tersebut.
Letusan berikutnya berlangsung 87 tahun kemudian, yaitu Desember 1998 yang menghasilkan sumbat lava. Aktivitas vulkanik berikutnya terjadi pada tahun 2001 sampai 2004.
Pada 21 April 2008, PVMBG sempat menaikkan status Gunung Ibu dari status level II atau waspada menjadi level III atau siaga akibat aktivitas kegempaan dan letusan yang meningkat kala itu.
Gunung Ibu merupakan gunung api bertipe stratovolcano yang terletak di barat laut Pulau Halmahera, Maluku Utara, Indonesia.
Puncak gunung merupakan kawah vulkanik. Pusat kawah memiliki lebar satu kilometer dan kedalaman 400 meter, sedangkan bagian luar memiliki lebar 1,2 kilometer.