AMBON, iNews.id - Gubernur Maluku, Murad Ismail, meminta masyarakat yang berada di sejumlah kabupaten/kota dilibatkan dalam mengelola ladang gas abadiBlok Masela, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Gubernur ingin, Blok Masela, yang dijadwalkan produksi pada 2027 membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Maluku.
Gubernur menyebutkan, pengelolaan Blok Masela, diharapkan bisa menyerap tenaga kerja di Maluku. Artinya sektor pertambangan Maluku di masa depan membawa pengaruh positif bagi penguatan SDM dan ekonomi rakyat.
"Terutama penyerapan tenaga kerja skala besar, untuk mengurangi tingkat pengangguran di daerah ini," kata Gubernur Murad saat membuka rakor pengawasan interen keuangan dan pembangunan tahun 2021, di Ambon, Kamis (3/6/2021).
Gubernur Murad mengatakan, Maluku memiliki potensi pertambangan mineral potensial untuk dikembangkan. Terdapat beberapa jenis bahan galian bernilai ekonomis tinggi yang tersebar di pulau-pulau, seperti logam dasar, mika, pasir kuarsa, nikel emas dan tembaga serta minyak bumi.
"Sudah ada potensi pertambangan yang deksploitasi dan berproduksi seperti minyak bumi di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan tembaga di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), di samping Ladang Gas Abadi Blok Masela yang akan berproduksi tahun 2027," katanya.