"Gempa susulan yang terjadi membuat aktivitas belajar terganggu, sehingga siswa dipulangkan lebih awal. Akhirnya dikeluarkan kebijakan untuk meliburkan siswa hingga batas waktu yang ditentukan," katanya.
Saat ini, data sekolah yang terkena dampak akibat gempa masih didata. Terutama yang mengalami kerusakan pada bangunan maupun sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian.
"Kami telah meminta kepala sekolah mendata dan mengirim data. Nantinya akan direkap bangunan sekolah yang rusak dan lainnya," ujarnya.
Kendati aktivitas belajar diliburkan akibat gempa susulan, namun pelayanan publik di kantor pemerintahan tetap berjalan normal.
"Seluruh ASN Pemkot Ambon tetap bekerja seperti biasa. Jika terjadi gempa susulan, ASN dapat menyesuaikan diri dan melihat situasi," ucapnya.