"Korban meninggal dunia karena terjatuh dari motor ketika berusaha menyelamatkan diri saat terjadi guncangan susulan," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon Muslimin di Ambon.
Sementara Pembantu Dekan (PD) IV Fakultas Tekhnik Universitas Pattimura Ambon John Tupan mengatakan, seorang mahasiswi dilarikan ke puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan medis akibat mengalami luka di bagian kepala. Korban berupaya menyelamatkan diri namun terjatuh dan mengalami luka di kepala serta pingsan dan terinjak rekan-rekannya saat terjadi gempa bumi.
"Kalau satu mahasiswi kami memang terluka dan pingsan. Tetapi kalau yang dilaporkan meninggal dunia di Fakultas Pertanian belum diketahui pasti. Namun yang jelas bangunan kampus itu juga mengalami kerusakan saat terjadi gempa," ucapnya.
Sejauh ini belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai dampak kerusakan yang timbul akibat gempa tersebut maupun korban jiwa dan luka. Namun BMKG memastikan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami meski kedalamannya hanya 10 kilometer.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 24 aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) dengan kekuatan bervariasi M 3 hingga M 5,6 M.