Cerita Petani Porang di NTT Raup Miliaran, Pembeli Datang Langsung Bawa Uang Satu Koper

Iren Leleng
Petani porang kelompok Abdi Kasih di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, NTT saat transaksi di kebun. (Foto: MPI/Iren Leleng)

Tentu awalnya porang dilihat sebagai tanaman liar, tapi sekarang merupakan komoditi andalan.

"Awalnya porang ini merupakan tanaman liar, namun ketika berjalannya waktu, saya melihat peluang baik di Indonesia dan luar negeri, ternyata tanaman porang ini menjadi komoditi andalan di kemudian hari. Sehingga keyakinan seperti itu saya membentuk gerakan masyarakat atau umat untuk tanam porang," kata Romo Bernad.

Dikatakannya, sampai saat ini kelompok yang masih bertahan adalah Abdi Kasih. Tentu supaya hasilnya bagus atau maksimal, Romo Bernad mengirim ketua kelompok, Agustinus untuk studi ke Jepang selama 9 bulan. Di sana untuk studi kepemimpinan, dan belajar mengolah tanah menjadi profesional.

"Terbukti porang yang ditanam ini betul-betul lahan diolah secara profesional. Sehingga sekarang sudah bisa lakukan perdana, dan hasil umbi dengan beratnya per pohon 8 sampai belasan kg. Jadi panen hasil ini setelah lahannya diolah secara profesional,” ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tok! Kakek Pemerkosa 5 Bocah di NTT Divonis 18 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Siang Ini, Abu Vulkanis Tertutup Awan

57 tahun lalu

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Semburkan Abu Vulkanis Setinggi 1 Km

57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Ngeri! Pemuda di Kupang NTT Hilang Diterkam Buaya saat Mandi di Muara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal