"Kita berharap hasilnya memenuhi syarat yakni bebas dari bahan kimia yang berbahaya," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan pengawasan takjil dilakukan bersama BPOM dan Disperindag agar masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat dan bebas dari bahan berbahaya dan pencemaran karena bakteri.
"Untuk penggunaan zat kimia alhamdulillah dari beberapa titik yang kita ambil sampel seluruhnya negatif. Artinya, kesadaran masyarakat atau penjual takjil sudah baik," katanya.