AMBON, iNews.id – Gempa bumi yang belakangan terus mengguncang wilayah Kota Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku, membuat sejumlah rumor beredar. Salah satunya menyebutkan Pulau Ambon, Seram, dan Lease, akan masuk ke dasar Palung Banda atau tenggelam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, kabar yang beredar itu tidak benar. Palung Banda terbentuk karena proses tumbukan lempeng Indo Australia dan lempeng Euroasia sehingga membentuk lipatan-lipatan di dasar laut.
“Untuk posisi Palung Banda tidak menyentuh Pulau Ambon dan Lease sehingga informasi yang beredar di masyarakat bahwa wilayah ini akan tenggalam adalah informasi sesat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pusat Gempa Regional IX Ambon, Andi Azhar Rusdin di Ambon, Senin (14/10/2019).
Andi Azhar mengatakan, kekhawatiran masyarakat muncul karena memang ada desa di Tanjung Elpaputih yang pernah tenggelam akibat patahan. Namun, sebenarnya itu akibat gempa bumi tektonik yang besar di Pulau Seram. Saat itu, terjadi gelombang air pasang atau tsunami dan ada pelepasan materiel atau longsoran dalam bentuk yang sangat besar.
Dia juga mengatakan, siklus gempa bumi tektonik yang melanda di Pulau Seram atau dikenal dengan gempa Elpaputih yang mengakibatkan terjadi longsoran hingga menenggelamkan sebuah kampung, membutuhkan waktu sangat lama.