"Penelitian dirasakan kurang memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah sehingga muncul gagasan program Rumah Peradaban. Kegiatan ini sebuah program menghidupkan hasil penelitian arkeologi," katanya.
Peneliti Balai Maluku Marlyn Salhuteru menjelaskan penelitian Situs Mamuaya dilakukan pada 2018 dan 2020 merupakan tahun ketiga yang merupakan penelitian berkelanjutan.
Dia menjelaskan kegiatan ini merupakan program tahunan. Sepanjang masih dilakukan penelitian, akan ada sarana untuk memasyarakatkan hasil penelitian.