Sebelumnya, mereka telah menyampaikan permintaan maaf terbuka usai dipecat Bupati Nabit. Mereka berharap bisa bertemu untuk menyampaikannya pula secara langsung.
"Kami minta maaf, mungkin ada kata-kata yang tidak sopan pada saat ditemui wartawan ketika wawancara," ujar Koordinator Forum Nakes Non-ASN Manggarai Elias Ndala.
Pihaknya berharap agar Bupati Nabit bisa meninjau kembali keputusannya dan mempekerjakan lagi ratusan nakes non-ASN yang sudah diberhentikan belum lama ini.
Diketahui, sebanyak 249 Nakes non-ASN di Kabupaten Manggarai telah diberhentikan Bupati Nabit usai melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD setempat.
Bupati Nabit mengklaim, dia tak pernah berniat memberhentikan para nakes non-ASN tersebut. Namun, aksi demontrasi mereka di DPRD Manggarai pada 6 Maret lalu mengubah keputusannya.
Adapun dalam aksi unjuk rasa tersebut, ratusan nakes non-ASN ini mendesak Pemda Manggarai segera melakukan perpanjangan SPK sekaligus kenaikan upah serta tambahan penghasilan.