“Kalau kejadian sebenarnya yang pasti kami kurang tau, sebab kami sudah keluar jalan kaki mau menunggu mobil jemputan, kami memang dengar ada salah satu murid yang teriak-teriak yang berinisial G, pas kami baru sampai depan gang mau menunggu mobil jemputan Heri sudah dibawa orang dengan keadaan berdarah semua," ucapnya.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, keluarga korban menyerahkan kasus ini ke polisi.
Namun keluarga korban juga meminta kepada pihak terkait untuk menindak tegas sekolah tempat korban menimba ilmu karena peristiwa ini terjadi masih dilingkungan sekolah.
"Walaupun belum bisa menerima sepenuhnya, setidaknya kami sedikit merasa lega karena diduga pelaku sudah diamankan dan harapan keluarga korban khususnya kepada aparat penegak hukum (APH) dan Undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini harus di hukum dengan setimpal dengan apa yang diperbuat kedua pelaku,” ujar keluarga korban Rahmad.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Gunung Labuhan Dwi Wahyuni Via ketika konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp tidak ada jawaban. Selain itu ketika dihubungi juga tidak ada jawaban.