Pengelola wisata Carita, Tengku Abdurrahman mengatakan, pemerintah semestinya merawat batu prasasti letusan Gunung Krakatau untuk menarik wisatawan yang ingin mengetahui kedahsyatan letusan Gunung Krakatau.
Tanggal 26 Agustus 1883 atau 138 tahun silam, Selat Sunda diguncang letusan Gunung Krakatau. Letusan dahsyat itu konon mencapai benua Eropa dan menyebabkan perubahan cuaca serta iklim secara global.
Bahkan, letusan Krakatau menimbulkan tsunami setinggi dua meter. Sejumlah literatur menyebutkan letusan Gunung Krakatau yang disusul bencana tsunami itu menyebabkan puluhan ribu bahkan hingga ratusan ribu warga Banten dan Lampung kehilangan nyawa.