"Muktamar ini adalah hal biasa saja, tentu ada yang menang dan tidak. Jangan berlebihan memaknai kompetisi seolah-olah akan ada musibah atau bencana besar," ujar Gus Yahya saat konferensi pers di Media Center, Gedung Rektorat UIN Raden Intan Bandarlampung, Kamis (23/12/2021).
Menurut Gus Yahya, meski kadang diwarnai ketegangan, dinamika dalam muktamar itu adalah hal yang wajar. Selain itu, soal pemilihan juga telah diatur jelas dalam AD/ART organisasi maupun tata tertib muktamar.
Disinggung apakah akan ada kompromi dengan kubu KH Said, Gus Yahya menyatakan, hal itu sangat mungkin terjadi. "Namun sampai sekarang belum ada kompromi itu. Tapi hal itu sangat mungkin dilakukan," tandasnya.
Pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah ini menegaskan, NU akan tetap kokoh di masa mendatang. Apalagi, laporan pertanggungjawaban kepengurusan PBNU periode 2015-2020 telah diterima para muktamirin meski ada beberapa catatan. Hal ini menjadi modal untuk melakukan evaluasi sekaligus membangun kepengurusan yang lebih baik di masa mendatang.
Menurut jadwal, sidang pemilihan ketua umum PBNU digelar malam ini setelah seluruh sidang komisi rampung. Namun hingga sore ini, lokasi sidang pemilihan belum ditetapkan setelah rencana di Ponpes Darussa'adah, Lampung Tengah dibatalkan.