LAMPUNG, iNews.id - Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengajak Nahdliyin untuk tidak sekadar memahami NU sebagai identitas. Sebab, NU didirikan membawa mandat peradaban.
Menurut Gus Yahya, jika hal itu terjadi, NU hanya jalan di tempat, dan baru bergerak jika diserang. Tapi tidak ada langkah untuk mengejar suatu tujuan tertentu di masa depan.
“Ini penting sekali untuk dipahami semua kader NU, supaya kemudian siap untuk bergerak bekerja menjalankan agenda-agenda organisasi,” ujarnya dalam Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).
Gus Yahya mengakui, upaya untuk menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan butuh perjuangan. Namun dengan trigger yang kuat, komunikasi, dan kerja sama, semua itu bisa dilakukan.
“Saya sudah bertemu dengan sekitar 474 pengurus cabang se-Indonesia. Lalu terbangun kesepakatan. Bukan soal memilih ketua umum, tapi sepakat untuk bekerja bersama membangun NU. Ini saja sudah sangat transformatif,” katanya.