Situasi semakin mencekam ketika Fery berjalan di lorong samping rumah dinas. Dia berpapasan dengan Rusliyanto, mantan anggota DPRD Lampung Tengah yang pernah terseret kasus korupsi. Respons saat menyapa justru memicu kekerasan.
“Saya berkata, ‘Pak Haji kelihatannya benci banget apa sama saya, kok mukanya ditekuk begitu’. Kemudian beliau menjawab, ‘Iya saya benci sama kamu, kenapa’, lalu langsung menyudul kepala saya,” ucapnya.
Tak lama berselang, sekitar enam hingga tujuh orang mengepungnya. Ketika itulah dia mendapatkan kekerasan fisik secara bertubi-tubi.
“Leher saya dicekik, kerah baju dicengkeram dari depan dan belakang. Kemudian H Rusliyanto menampar mulut saya menggunakan punggung tangan kanan,” ujarnya.
Ancaman verbal juga dilontarkan oleh salah satu pelaku.
“Ada satu orang yang berkata kepada saya, ‘Kamu sudah saya tandai dari lama’,” katanya.