Hasil pemeriksaan saksi-saksi mengungkap jika korban JS kerap melakukan bullying terhadap pelaku SR sejak lama. Bentuk perundungan mulai dari ejekan kasar, hinaan, ancaman berkelahi hingga pemukulan.
“Pelaku mengaku sangat kesal karena dijadikan sasaran perundungan oleh korban,” kata Iptu Fabian.
Pernyataan pelaku diperkuat oleh kesaksian teman-teman sekelas yang mengaku sering melihat korban merundung SR, baik secara verbal maupun fisik.
Setelah penusukan, korban JS sempat dibawa guru dan siswa ke puskesmas terdekat. Namun, dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi masih menunggu hasil autopsi resmi guna memastikan penyebab pasti kematian. Pelaku SR kini diamankan di Mapolres Pesisir Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.