Selain itu, Pemkot Bandar Lampung melanjutkan berbagai program pembangunan infrastruktur, mulai dari normalisasi sungai, pelebaran drainase, pembangunan sumur resapan, penguatan tanggul di kawasan rawan banjir, hingga percepatan pembangunan jalan lingkungan guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pada sektor ekonomi, Eva menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat UMKM melalui program pinjaman modal tanpa bunga bekerja sama dengan perbankan. Promosi produk unggulan seperti kain tapis dan kuliner khas Lampung juga terus didorong melalui digitalisasi pemasaran agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Eva juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memberikan respons yang cepat, mudah, dan tepat terhadap setiap pengaduan masyarakat.
"Pelayanan kepada masyarakat harus semakin cepat, mudah, dan responsif. Itu menjadi komitmen kami dalam membangun pemerintahan yang melayani," tuturnya.
Menurut Eva, Bandar Lampung Expo 2026 bukan sekadar perayaan HUT Kota Bandar Lampung, tetapi juga menjadi media promosi berbagai capaian pembangunan, potensi investasi, serta kreativitas masyarakat.
"Melalui Bandar Lampung Expo, kami ingin menunjukkan berbagai potensi daerah sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas demi kemajuan Kota Bandar Lampung," ucapnya.
Bandar Lampung Expo 2026 berlangsung pada 17–24 Juli 2026 dengan melibatkan 41 stan dan 50 tenant dari instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga UMKM. Berbagai produk unggulan daerah, layanan publik, inovasi pembangunan, dan peluang investasi ditampilkan untuk memperkuat daya saing Kota Bandar Lampung di tingkat regional maupun nasional.