Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat Tajam, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

iNews TV
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus meningkat dalam sepekan terakhi. Warga diminta jauhi radius 3 km dari kawah. (Foto: iNews)

LAMPUNG SELATAN, iNews.idAktivitas vulkanikGunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, gunung api aktif ini tercatat sudah mengalami tiga kali erupsi berturut-turut, hingga membuat statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan langsung memperketat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api guna memperkuat langkah mitigasi kebencanaan. 

Berdasarkan data pos pengamatan, rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi berturut-turut pada Kamis (2/7/2026), Jumat (3/7/2026), dan Minggu (5/7/2026). Semburan abu dan material vulkanik dari dalam kawah dilaporkan mencapai ketinggian 10 hingga 200 meter dari puncak. 

Selain melontarkan material vulkanik, aktivitas kegempaan di perut gunung juga meningkat drastis.

Tercatat terjadi gempa tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter. 

Mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk, petugas Damkarmat, Basarnas, dan BPBD Lampung Selatan terus bersiaga dan melakukan pemantauan melekat di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau yang berada di Desa Hargo Pancuran. 

Langkah ini diambil agar tim gabungan bisa mendapatkan data real-time dan cepat menyusun skenario evakuasi jika aktivitas magmatik gunung semakin membahayakan pemukiman pesisir. 

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai informasi atau hoaks yang belum jelas kebenarannya terkait aktivitas gunung," kata Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, Senin (6/7/2026). 

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno menjelaskan, rentetan erupsi yang terjadi belakangan ini sebenarnya masih merupakan bagian dari fase pertumbuhan dan aktivitas normal sebuah gunung api aktif. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. 

"Pemantauan visual dan seismik kini kami lakukan jauh lebih ketat mengingat status gunung sudah berada di Level III Siaga," kata Suwarno.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Status Siaga Gunung Anak Krakatau Tak Halangi Wisata, Pulau Sebesi Tetap Ramai Pengunjung

57 tahun lalu

Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan PVMBG

57 tahun lalu

Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III Siaga, PVMBG Larang Aktivitas Radius 3 Km

57 tahun lalu

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Sempat Tenang sejak 2024

57 tahun lalu

Aktivitas Vulkanis Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Level II Waspada

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal