Setelah itu, Isran Noor menjabat sebagai Bupati Kutai Timur periode 2009 – 2015 menggantikan Awang Faroek Ishak yang terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2008 – 2013. Kemudian Isran dipercaya kembali untuk memimpin Kutai Timur,
Isran Noor resmi menjabat sebagai bupati pada 30 Maret 2015.
Kemudian pada 23 Juni 2015 Isran Noor juga menjadi Plt. Ketua Umum PKPI setelah Sutiyoso mengundurkan diri perihal pencalonannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara.
Pada tahun 2018, Isran Noor maju sebagai calon Gubernur Kaltim dengan menggandeng Hadi Mulyadi sebagai wakilnya, pasangan ini memenangkan Pilkada Kaltim dengan meraih suara terbanyak. Kemudian dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim di Istana Negara, Jakarta pada 1 Oktober 2018.
Penghargaan
Selama menjabat sebagai Gubernur Kaltim, Isran juga menerima berbagai penghargaan, di antaranya Top Pembina BUMD 2019 dari majalah Top Business, Indonesia Government Procurement Award tahun 2020, penghargaan dari Yayasan Candra Sengkala Sunda berupa ikat kepala dan kujang berkat pemikiran dan perjuangan dalam memperkuat NKRI tahun 2012.
Bukan itu saja, Provinsi Kalimantan Timur juga mendapat beberapa penghargaan saat dipimpin Isran Noor, di antaranya Plakat Abdi Bakti Tani sebagai Unit Kerja Pelayanan Berprestasi Utama pada tahun 2019.
Kemudian Provinsi Terbaik dalam keberhasilan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan tahun 2019, Wahana Tata Negara (WTN) dari Kementerian Perhubungan tahun 2019, dan Pemprov Kaltim mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Itulah Profil Isran Noor, Putra Kutai Bugis yang memimpin Provinsi Kaltim dan mendapat banyak penghargaan dan apresiasi.