Larangan Ekspor CPO Mulai Membuat Petani Sawit Gelisah

Antara
Kelapa sawit sebagai bahan dasar CPO. Larangan ekspor sawit mulai membuat petani sawit gelisah. (foto: dok iNews)


Pengepul sawit di Marangkayu Hary Setiawan mengatakan mereka tidak bisa membeli sawit karena tidak ada juga pengusaha yang mau membeli sejak adanya larangan ekspor tersebut.

"Biasa saya kirim ke Muara Badak. Tapi sekarang mereka tidak terima barang. Tentu saya gak mau ambil risiko. Kalau tidak terjual sawit akan rusak. Beda dengan karet," kata Hary.

Larangan ekspor yang dikeluarkan pemerintah membuat ekspor CPO, minyak goreng, Refined, Bleached, and Deodorised (RBD) palm oil, dan RBD palm olein sejak 28 April 2022 tidak dapat dilakukan.(*)

Editor : Febrian Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

6 Wilayah di Kaltim Berpeluang Menjadi Zona Hijau Covid-19

57 tahun lalu

Syawal di Kaltim, TGB Hadiri Pengajian Hingga Kuliah Umum

57 tahun lalu

Waspada Hepatitis Misterius pada Anak-Anak, Dinkes Kaltim Aktif Pantau di Rumah Sakit

57 tahun lalu

Siap Hadapi Pemilu 2024, Perindo Yakin Mampu Dominasi DPRD Samarinda dan Kaltim

57 tahun lalu

Petani Sawit Gusar, Begini Penjelasan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal