Jika dihitung sejak 14 Februari hingga 28 Maret 2022, maka stok minyak goreng sebanyak itu sudah berkurang sekitar 957 ton, dengan asumsi kebutuhan terbanyak mencapai 638 ton per bulan.
Maka dari itu stok minyak goreng masih ada saat ini sekitar 2.925 ton. Masyarakat diminta tidak panik dan melakukan aksi borong.
"Dari awal, pak gubernur (Gubernur Kaltim Isran Noor) menekankan kepada kami, jangan sampai masyarakat kesulitan memperoleh kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng. Jadi yang kami lakukan ini adalah membantu gubernur dalam melayani masyarakat," tutur dia.