Selain itu, penyesuaian berupa kenaikan nilai UMK Katingan 2023 dilakukan juga dengan mempertimbangkan beberapa variabel di antaranya pertumbuhan ekonomi, inflasi dan indeks tertentu.
Menurutnya, kebijakan penetapan kenaikan upah minimum merupakan salah satu upaya mewujudkan hak pekerja atau buruh atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
Penyesuaian dimaksudkan juga sebagai solusi kenaikan bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat dengan tetap memperhatikan kelangsungan bekerja dan berusaha di Kabupaten Katingan.
Dia berharap, pihak pekerja bersedia menerima persentase kenaikan tersebut dan para pemberi kerja atau pengusaha bersedia juga menerapkan dan memberikan upah minimal sesuai UMK 2023 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2023.
"Saya kira di Kabupaten Katingan ini tidak ada penolakan terhadap kenaikan UMK 2023 baik dari pekerja maupun pengusaha/perusahaan dan tidak ada alasan dari perusahaan untuk tidak menerapkan UMK 2023," ungkapnya.