“Kita itu sebagian dari versi ceritanya keluarga kami, itu satu-satunya di Kalimantan Tengah yang Swaprajanya belum dihapus hanyalah Kesultanan Kotawaringin. Yang kalau lebih terkenal daerahnya itu Kotawaringin Barat," ujar pria yang juga Ketua DPW Pemuda Partai Perindo Kalimantan Tengah ini.
Berdasarkan catatan yang ada di lingkungan kesultanan, Tanah Swapraja tersebut sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah kepada kesultanan. Apresiasi itu diberikan setelah kesultanan menyatakan siap bergabung dengan NKRI.
“Waktu itu kan zamannya Soekarno itu masih RIS (Republik Indonesia Serikat), dan mereka sampai menyatakan bergabung. Waktu itu dari bapaknya Pangeran Muas itu bergabung. Waktu itu Sultan ke-14 menyatakan bergabungnya NKRI. Makanya dihadiahi-lah Swapraja," ujarnya.
“Ada di berkas yang saya lihat. Itu surat dari Soekarno itu malah menyebutkan Daerah Istimewa Kotawaringin. Sekarang tanahnya milik kerajaan kotawaringin,” ujarnya.
Menurutnya lahan milik Kesultanan Kotawaringin sejatinya cukup luas. Hampir separuh luas Kalimantan Tengah. Namun saat ini hanya tersisa sedikit.