"Korban diketahui bekeria sebagai sopir. Namun dari informasi yang kami peroleh juga berperan sebagai pelangsir BBM jenis pertalite. Aktivitas tersebut diduga menjadi penyebab adanya sisa-sisa BBM dan uapnya yang memicu ledakan," katanya.
Kasus ledakan di gudang BBM ilegal tersebut kini masih dalam penyelidikan polisi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan alat yang berpotensi memicu percikan api, terutama di area dekat dengan bahan bakar atau gas yang mudah terbakar,” ucapnya.