Inflasi Tembus 4,47 Persen, Pemprov Kalteng Diminta Perkuat Pengendalian Harga Pangan

Rizqa Leony Putri
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026. (Foto: dok Pemprov Kalteng)

PALANGKA RAYA, iNews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul laju kenaikan harga yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year-on-year) Kalteng pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan angka inflasi nasional yang berada di kisaran 3,34 persen.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang digelar secara virtual, Senin (13/7/2026). Gubernur Kalteng diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko yang mengikuti rapat dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.

Selain membahas pengendalian inflasi, rapat juga menyoroti kenaikan harga ikan segar, perkembangan Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3, hingga evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan bahwa tren inflasi nasional terus meningkat dalam tiga bulan terakhir. Inflasi tercatat naik dari 2,42 persen pada April menjadi 3,08 persen pada Mei, lalu kembali meningkat menjadi 3,34 persen pada Juni 2026.

“Kita harus berusaha agar inflasi tidak menyentuh batas atas 3,5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, tembakau, transportasi, serta peralatan pribadi seperti emas yang harganya fluktuatif,” ujarnya.

Dia menambahkan, inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 juga meningkat menjadi 0,44 persen dibandingkan dengan Mei yang sebesar 0,28 persen.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah, bawang putih, beras, wortel, hingga ikan segar. Bahkan minyak goreng mulai menunjukkan tren kenaikan harga.

Menurutnya, melonjaknya harga ikan segar dipicu kenaikan harga solar, serta kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas nelayan. Secara nasional, komoditas ikan segar mengalami inflasi tahunan sebesar 8,87 persen di 36 provinsi.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
2 hari lalu

5 Keuntungan Beli Tiket Masuk Prambanan di SatuSatu saat Prambanan Jazz Festival 2026

2 hari lalu

Antar Anak Sekolah hingga Ngantor, Ini 3 Motor Listrik Andalan Perempuan Aktif

2 hari lalu

BKAD Kalteng Genjot Aset Produktif, Kendaraan Dinas Tak Terpakai hingga Properti Siap Hasilkan PAD

4 hari lalu

Viral Batu Kandung Kemih 2 Kg, Mengapa Kurang Minum dan Menahan Kencing Berakibat Fatal?

4 hari lalu

Tiket Kereta Cepat Whoosh Habis Terus? 5 Cara Dapat Kursi di Tanggal yang Kamu Mau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal