Pada hari tersebut, angka CRR Kalsel mencapai 15,1 persen dan masih terbilang sangat rendah. Angka kesembuhan 50 persen baru dapat dicapai pada ke-127 atau setelah 4 bulan wabah menerpa Kalsel. Saat ini jumlah pasien COVID-19 yang sembuh mencapai 6.067 orang atau sekitar 75 persen jumlah penduduk yang terinfeksi.
“Dalam dua bulan pertama, tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) Covid-19 mengalami turun naik dan beberapa tembus di atas 10 persen,” kata dosen Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM itu.
Saat ini, jumlah pasien yang meninggal mencapai 4,3 persen atau sebanyak 351 orang. Posisi tersebut sama dengan tingkat kematian Covid-19 nasional, tetapi masih lebih tinggi dibanding tingkat kematian dunia yang berada pada posisi 3,4 persen.
Meskipun pertumbuhan kasus baru positif Covid-19 sudah menurun dibandingkan bulan Juni dan Juli, Taqin mengingatkan masyarakat harus mewaspadai kemungkinan terjadinya penurunan semu.
Sejumlah alasan melatarbelakangi kemungkinan penurunan semu tersebut. Salah satunya angka penularan Covid-19 di Kalsel masih tinggi. Hal ini ditandai dengan angka positive rate yang masih di atas 10 persen dan juga lebih tinggi dari angka nasional 13,3 persen.
“Seiring dengan era adaptasi kebiasaan baru dan pelonggaran kegiatan ekonomi, maka mobilitas penduduk menjadi tidak terkendali. Akibatnya, potensi penularan dan penyebaran Covid-19 cukup besar baik dalam satu daerah maupun lintas daerah,” katanya.