Diakuinya, dalam beberapa hari terakhir telah muncul titik api di sejumlah wilayah seiring tidak adanya hujan seperti di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut dan Kotabaru.
Melalui aplikasi Berantas Kebakaran Hutan dan Lahan (Bekantan) milik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, polisi terus melakukan pemantauan hotspot dan secepatnya diinformasikan ke petugas terdekat untuk dipadamkan jika betul api yang membakar lahan.
Meski begitu, Kapolda menyebut belum ada temuan lahan sengaja dibakar atau api yang memang muncul tanpa diketahui penyebabnya.
"Saya sudah perintahkan jika ada yang membakar lahan tangkap dan proses hukum sembari terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," ucapnya.