Siring Tendean Ditutup, Pedagang: Kami Mati Bukan karena Corona, tapi Kelaparan

Deny M Yunus
Pemerintah Kota Banjarmasin menutup kawasan wisata Siring Tendean. (Foto: iNews/Deny M Yunus).

Selain itu banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak memakai masker, berkerumun dan mengajak anak-anak, bahkan balita yang rentan tertular virus corona.

“Ketika PSBB di Banjarmasin berakhir, masyarakat mengira kawasan wisata sudah dibuka kembali. Padahal memang belum dibuka lagi,” kata Ibnu Sina ditemui usai mengimami salat jenazah petugas medis yang wafat karena Covid-19 di halaman Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin.

Sedangkan CFD, menurut Ibnu Sina memang sudah dibolehkan. Karena masyarakat yang berolahraga di kawasan itu hanya melintas. Meskipun ramai, tidak menumpuk atau berkerumun, serta tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang rindu menikmati wisata di Siring Tendean, termasuk Pasar Terapung diminta untuk bersabar. Diakuinya, akan ada evaluasi sebelum membuka tempat wisata. “Setelah ini nanti akan kita atur baik-baik,” ujar Ibnu Sina.

Editor : Abay Fadillah Akbar
Artikel Terkait
9 hari lalu

Partai Perindo Siap Bantu Pemerintah Cegah Karhutla demi Jaga Aktivitas Ekonomi Kalsel

13 hari lalu

Gunakan Alat, Puluhan Bangunan Liar di Pasar Pagesangan Surabaya Dirobohkan

1 bulan lalu

Tempat Hiburan Malam Jadi Pesta Gay di Karawang Ternyata Jual Minuman Beralkohol Tanpa Izin

1 bulan lalu

Tempat Hiburan Malam di Karawang Ditutup Sementara Usai Viral Video Pesta Gay

2 bulan lalu

Asyik Ngobrol saat Upacara Hari Pancasila, Sejumlah ASN di Majalengka Digaruk Satpol PP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal