Selain itu banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti tidak memakai masker, berkerumun dan mengajak anak-anak, bahkan balita yang rentan tertular virus corona.
“Ketika PSBB di Banjarmasin berakhir, masyarakat mengira kawasan wisata sudah dibuka kembali. Padahal memang belum dibuka lagi,” kata Ibnu Sina ditemui usai mengimami salat jenazah petugas medis yang wafat karena Covid-19 di halaman Gedung Pemulasaran Jenazah RSUD Ulin.
Sedangkan CFD, menurut Ibnu Sina memang sudah dibolehkan. Karena masyarakat yang berolahraga di kawasan itu hanya melintas. Meskipun ramai, tidak menumpuk atau berkerumun, serta tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.
Bagi masyarakat yang rindu menikmati wisata di Siring Tendean, termasuk Pasar Terapung diminta untuk bersabar. Diakuinya, akan ada evaluasi sebelum membuka tempat wisata. “Setelah ini nanti akan kita atur baik-baik,” ujar Ibnu Sina.