Siring Tendean Ditutup, Pedagang: Kami Mati Bukan karena Corona, tapi Kelaparan
BANJARMASIN, iNews.id - Pemerintah Kota Banjarmasin menutup kawasan wisata Siring Tendean sejak beberapa hari lalu. Pada Minggu (12/7/2020), terlihat kawasan Siring tersebut dipasangi tali agar tidak ada pengunjung yang masuk. Selain itu anggota Satpol PP Kota Banjarmasin juga nampak berjaga-jaga.
Penutupan ini menuai protes dari pedagang kaki lima di kawasan itu. Meski masih bisa berjualan mereka mengaku penjualannya berkurang. Di kawasan itu hanya dipenuhi lalu lalang masyarakat yang berolahraga memanfaatkan car free day (CFD).
Seorang penjual kerupuk, Hairiah menilai, kebijakan Pemko Banjarmasin tidak adil. Kawasan itu ditutup sementara para pedagang di sejumlah pasar di Banjarmasin masih diperbolehkan berjualan.
“Di sini kan cuma seminggu sekali kenapa tidak boleh? Sedangkan di pasar boleh berjualan. Malah di sana lebih berjubel. Kalau seperti ini kami mati bukan karena corona, tapi mati kelaparan,” kata Hairiah, Minggu (12/7/2020).
Ditemui di tempat terpisah, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, penutupan kali ini merupakan penegasan, karena kawasan itu memang tidak pernah dibuka. Hanya saja masyarakat salah memahami, ditambah lagi saat itu tidak ada penjagaan. Sehingga di akhir pekan pengunjungnya sempat membludak.