Pada jarak yang sangat dekat dan sudah merasa jiwanya terancam, petugas yang terjepit menembak pelaku namun pelaku tetap menyerang.
Petugas lain yang mengamankan rekannya lalu mengambil tindakan tegas dan terukur karena MD dinilai sangat membahayakan nyawa petugas.
"Istri dan anak pelaku melihat sendiri saat pelaku menyerang tiga petugas secara membabi buta dengan menggunakan senjata tajam," kata Kapolres.
Keluarga juga mengakui telah berulangkali mengingatkan pelaku agar berhenti melakukan bisnis haram dan menerima kematiannya saat penangkapan oleh Polres Tabalong.
Sementara itu, Kepala Desa Teratau Sugianor membenarkan soal penembakan terhadap pelaku MD yang diduga menjadi bandar narkoba.
"Pelaku tewas akibat luka tembak karena melawan petugas dan mengancam nyawa anggota saat penangkapan," tutur Sugianor.