Resmikan Program Permata Bunda, Bupati Barito Kuala Minta Dikolaborasikan dengan Program Bulin Tertawa

Rizqa Leony Putri
Bupati Barito Kuala Noormiliyani AS meresmikan Program Permata Bunda. (Foto: dok Pemkab Barito Kuala)

Sementara sasarannya, lanjutnya, pada 2021 telah dianggarkan baik melalui APBD Batola. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas dan APBD Kelurahan dan Desa dengan target 9.096 jiwa yang terdiri 5.201 jiwa ibu hamil dan 3.895 jiwa balita. Kemudian, makanan tambahan yang diberikan berupa makan siang dengan makanan lengkap siap makan (bukan siap saji).

Menu seimbang ini dibuat dari bahan makanan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dari ibu dan balita yang menjadi target dari program dengan pelaksana petugas gizi, bidan, kader posyandu, PKK desa/kelurahan dan kader PKK. Program tersebut dilaksanakan minimal 90 hari berturut-turut atau sampai dengan adanya perubahan status gizi balita dan ibu hamil menjadi baik.

Dia menyatakan, pemerintah berusaha secara serius dalam penanganan masalah gizi kurang dan stunting. Bukan hanya mengintervensi secara spesifik tetapi juga intervensi dalam hal gizi sensitif. Sementara untuk gizi spesifik, dilaksanakan oleh sektor kesehatan.

Di lain sisi, gizi sensitif dilakukan sektor non kesehatan seperti penyediaan air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan, kepemilikan dokumen kependudukan yang erat kaitannya dengan program yang pernah diluncurkan pada 2015, yaitu Program Bulin Tertawa atau Ibu Bersalin Terdata dan Pulang Membawa Akta ketika posisi bupati tengah dijabat sang suami, Hasanuddin Murad.

Agar program Permata Bunda bisa lebih sempurna, Noormiliyani meminta agar program ini dikolaborasikan dengan program Bulin Tertawa yang di dalamnya terdapat program pemenuhan Kartu Identitas Anak (KIA) sehingga untuk yang melahirkan ibunya didata sedangkan anaknya akan memiliki KIA dari umur 0 – 16 tahun 11 bulan.

“Saya berharap pak Sekda dan Kadinkes bisa mengkolaborasikan ini sekaligus menjadi program inovasi yang manfaatnya bukan saja mampu mengeliminir kasus kematian bayi dan ibu saat dan pasca melahirkan namun juga mendapat penanganan tenaga kesehatan agar pemberian ASI eksklusif terhadap bayinya bisa dilakukan,” ujarnya.

(CM)

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tabrakan dengan Tongkang di Perairan Barito, KM Dharma Kartika II Robek di Lambung

57 tahun lalu

Menegangkan! Detik-Detik KM Dharma Kartika II Tabrakan dengan Tongkang Terekam Kamera

57 tahun lalu

58 Rumah Warga Barito Kuala Rusak Diterjang Puting Beliung

57 tahun lalu

Profil Jembatan Sei Alalak, Tahan Gempa dan Punya Struktur Melengkung Pertama di Indonesia

57 tahun lalu

Geger Api Muncul Dekat Permukiman di Batola, Warga Panik 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal