Petani Tapin Produksi Pakan Ternak dari Limbah Sawit, Hemat Pengeluaran hingga 40 Persen

Antara
Maulana Akbar bersama karyawan PT KIU berfoto bersama membelakangi gundukan solid (Foto: Antara/HO- Maulana Akbar)

Alasan berpindah ke solid sejak Februari lalu, karena biaya pakan menggunakan ampas tahu dinilai sudah tidak ekonomis ditambah sulit dicari di wilayah Kabupaten Tapin.

"Dulu ampas tahu cuma Rp25.00 per 20 kg. Sekarang, Rp40.000 per 20 kg dan itu pun sering kosong karena banyak yang berebut untuk pakan ternak. Bila menggunakan ampas tahu, sehari membutuhkan 20 kg untuk 25 ekor kambing," ujarnya.

Setelah merasakan manfaat dari solid, dia berencana terus berinovasi membuat pakan ternak alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

"Apabila harga ampas tahu sudah turun dan mudah untuk didapatkan. Ke depan akan kita padukan dengan limbah sawit. Tidak hanya untuk ternak kambing, ikan pun juga bisa," ujarnya.

Saat ini, dia juga mencoba untuk mengkombinasikan maggot dan solid, untuk pakan di sektor perikanan.

"Kita coba buat pakan yang tidak kalah dari pakan olahan pabrikasi," ujarnya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kreatif! Pemuda di Purbalingga Ubah Batang Pepaya jadi Pakan Kambing Berkualitas

57 tahun lalu

Tolak Cari Rumput, Pemuda di Sumbawa NTB Dibakar Ibu Kandung

57 tahun lalu

Pemuda di Kapuas Tewas Ditusuk saat Berlebaran, Pelaku sempat Kirim Ancaman kepada Pacar Korban

57 tahun lalu

Tak Kuat Nanjak, Truk Penuh Muatan Terjun ke Jurang Timpa Rumah Warga di Gianyar

57 tahun lalu

Hindari Betor, Truk Tronton Penuh Muatan Ternak Terguling di Jalan Surabaya-Probolinggo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal