Pernikahan Dini di Kalsel Masih Tinggi, Pemprov: Faktor Budaya Masih Miliki Pengaruh

Nani Suherni
Pemerintah Kabupaten Bogor mengizinkan warga menggelar resepsi pernikahan meski PSBB diperpanjang (foto: Ist)

Dikatakan Husnul, DPPPA Kalsel melalui Balitbangda Kalsel tengah mengkaji atau meneliti lebih lanjut penyebab tingginya angka perkawinan anak di Kalsel. Berdasarkan data BPS tahun 2019, Kalsel menduduki peringkat pertama perkawinan usia dini di Indonesia.

”Untuk data di tahun 2020 belum update dan biasanya data dikeluarkan di akhir tahun atau di awal tahun. Kalau kita melihat kondisi dan budaya yang ada di Kalimantan Selatan, faktor budaya masih memiliki pengaruh (perkawinan dini) di masyarakat. Selain itu, faktor ekonomi dan pendidikan juga berpengaruh,” kata Husnul.

Mengingat perkawinan dini menimbulkan berbagai dampak seperti kesehatan reproduksi serta pelanggaran hak anak untuk tumbuh dan berkembang, DPPPA Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan sosialisai, edukasi, dan advokasi dengan melibatkan stakeholder terkait.

“Perkawinan dini menyebabkan rentannya kematian ibu melahirkan dan bayi lahir, infeksi organ reproduksi, KDRT, putus sekolah, rendahnya kualitas keluarga, dan terhambatnya cita-cita," katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ayah Kandung Penganiaya Balita di Padang Ditangkap, Polisi Ungkap Dipicu Sabu

57 tahun lalu

Balita 1,5 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung, Tubuh Penuh Luka Lepuh

57 tahun lalu

Ngeri! Suami di Kebumen Diduga Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas

57 tahun lalu

Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Suami di Minut Ancam Istri Pakai Senapan Angin, Langsung Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal