Dia pun mengajak masyarakat melalui momentum Hari Tari Dunia 2026 ini untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya daerah, sehingga melalui seni tari bisa mempererat persatuan, memperkuat identitas daerah, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kotabaru ke tingkat yang lebih luas lagi.
"Saya sangat mengapresiasi pihak Disdikbud Kotabaru dan seluruh pihak yang sudah berperan aktif sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan baik," katanya.
Kegiatan tersebut menampilkan pertunjukan seni tari yang diikuti sekitar 37 peserta gabungan tari tradisional Banjar, tari kreasi, dan penampilan sanggar-sanggar sekolah, baik dari pelajar SD, SLTP, dan SMA, yang menjadi ajang pelestarian budaya lokal, juga kreativitas pelaku seni daerah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Akhmad Romansyah mengatakan, dengan adanya pegelaran tari dunia ini secara tidak langsung membantu melestarikan budaya tari di Kabupaten Kotabaru.
"Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan, dengan harapan ke depannya para sanggar seni tari bisa berkolaborasi dengan Disdikbud, sehingga acara lebih meriah lagi dan mari kita bersama-sama menjaga budaya lokal kita," ujarnya.