BANJARMASIN, iNews.id - Kepala Bidang Bina SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Samsuri menilai ada kekacauan yang terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hal itu akibat tidak sinkronnya antara aplikasi dan sistem sekolah.
Hal itu disampaikan Samsuri pada jumpa pers secara virtual dengan anggota Pers Room Pemprov Kalsel, pada Kamis siang.
Menurut Samsuri, pada hari pertama pelaksanaan PPDB banyak pengaduan dari para pendaftar, karena data siswa yang telah mendaftar terhapus.
Hal itu terjadi, karena kejuruan yang ditampilkan dalam aplikasi tidak sama dengan sistem pendidikan yang ada di Kalsel.
Seperti kejuruan teknik sepeda motor, ada di dalam aplikasi, tetapi kenyataannya di Kalsel tidak ada sekolah yang membuka jurusan tersebut, sehingga pendaftaran tidak mungkin dilanjutkan.