Jokowi: Jangan Gunakan Narasi yang Membahayakan Persatuan di Pilkada 2020

Felldy Aslya Utama
Presiden Joko Widodo (Foto Setpres).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada penggunaan narasi dan simbol yang membahayakan persatuan selama Pilkada 2020. Selain itu jangan juga memakai SARA dan politik identitas.

"Jangan biarkan penggunaan narasi dan simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan jangan sampai gunakan politik identitas dan SARA," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang persiapan pelaksanaan Pilkada 2020 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Selain itu Jokowi mendorong masyarakat menelusuri rekam jejak calon kepala daerah serta mendorong adanya kontestasi gagasan. Tujuannya agar daerah mempunyai pemimpin yang baik.


"Kita harus mendorong agar paslon adu gagasan dan program. Mendorong masyarakat mempelajari track record calon agar daerah memperoleh pemimpin yang terbaik," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI itu menambahkan, Pilkada 2020 di tengah pandemi covid-19 menjadi momentum meningkatkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Oleh sebab itu dia mengajak semua elemen masyarakat dan pemerintah mewujudkan hal itu.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tinggalkan Solo, Prabowo Hanya Lambaikan Tangan usai Bertemu Jokowi

57 tahun lalu

15 Tempat Makan di Cimahi Terfavorit dan Enak, Nomor 10 Sering Dikunjungi Jokowi

57 tahun lalu

Nomor Satu dalam Survei, Kaesang: Alhamdulillah Peluang Menang di Jateng Sangat Besar

57 tahun lalu

Respons Kaesang Pangarep soal Wacana Duet dengan Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng 2024

57 tahun lalu

Harapan Masyarakat Sumut, Prabowo-Gibran dan Bobby-Charles Lanjutkan Pembangunan Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal