Harga tersebut, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran, karena harga yang diberikan merupakan harga distributor, serta disubisidi per paket sebesar Rp18.200.
"Kalau dihitung harga pasar, harga per paket bisa mencapai Rp80 ribu lebih, karena saat itu harga gula berkisar Rp19 ribu- Rp20 ribu per kilogram," ucapnya.
Rencananya program pasar murah secara tertutup tersebut, akan dilanjutkan oleh kabupaten dan kota di Kalsel. Namun paket pasar murah tersebut tanpa subsidi, karena sebagian besar perusahaan di Kalsel, memilih mendistribusikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim kesehatan.
"Bagi kabupaten dan kota yang akan melaksanakan pasar murah, akan kami bantu dengan menghubungkan ke distributor, sehingga mendapatkan harga murah," katanya.