Cacar Monyet Belum Ditemukan di Kalsel, tapi Warga Diminta Waspada

Nani Suherni
Penampakan tangan pasien yang terkena cacar monyet. (Foto: WHO)

KKP diminta berkoordinasi dengan kantor imigrasi untuk memudahkan penelusuran data bila ditemukan kasus pada warga negara asing WNA. 

“Serta berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk deteksi penumpang,” katanya.

Selain itu, untuk laboratorium kesehatan, Diauddin meminta, bila ada temuan terkonfirmasi cacar monyet untuk segera dilaporkan melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC).

Menurutnya, cacar monyet merupakan zoonosis. Disebabkan virus langka dari hewan. Umumnya muncul di Afrika Tengah dan Barat. Bukan hanya dari kera, virus ini juga bisa disebarkan oleh tupai dan tikus gambia.

Penyakit ini memicu gejala ringan, berlangsung dua sampai empat pekan. Tapi juga bisa berubah menjadi gejala berat dan memicu kematian. 

“Tingkat kematiannya 3 sampai 6 persen,” katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Kepala Desa di Kalsel Ditangkap Polisi terkait Narkoba Jenis Sabu

1 tahun lalu

Dikira Resto, Kepala SMAN di Kalsel Tak Tahu Tempat Acara Perpisahan Siswa Ternyata Klub Malam

2 tahun lalu

3 Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Jogja, Ini Kata Dinkes DIY

2 tahun lalu

Muhidin-Hasnuryadi Deklarasi Maju Pilkada Kalsel, Misi Pebaikan Pembangunan Daerah

2 tahun lalu

Saksi Bingung, Suara Sah PSI di Banjar Kalsel Melonjak hingga 15.000 Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal