Angka Pernikahan Dini di Kalsel Masuk 5 Besar Nasional, Pemprov Sebut Butuh Peran Ulama

Antara
Ilustrasi Kalsel urutan kelima nasional angka pernikahan dini. (Foto: Garakta Studio)

Angka pernikahan dini pada 2020 dengan gerakan sosialisasi yang intensif kembali bisa turun yakni 16,24 persen dan pada tahun 2021 kembali turun di angka 15,30 persen.

"Kami harap dengan gerakan yang sudah dilakukan besar-besar termasuk penanganan stunting hasil pendataan pada 2022 bisa makin turun. Di tahun 2023 ini dengan dibantu para ulama dan tokoh masyarakat makin bisa turun lagi," ujar Adi.

Pihaknya mencatat tiga daerah teratas yang mencatat angka perkawinan dini pada 2021 yakni Kabupaten Kotabaru, Tapin dan Tanah Laut. Sementara tiga daerah terendah, yakni Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Tabalong.

"Ini penting jadi perhatian kita bersama, karena kasus stunting juga tinggi di provinsi kita," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tersinggung! Pria di Banjar Kalsel Tebas Leher Wanita hingga Hampir Putus

57 tahun lalu

Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Zero ODOL 2027 di Kalsel

57 tahun lalu

31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem

57 tahun lalu

Viral Sapi Kurban Mengamuk di Banjarmasin, Pria 53 Tahun Tewas Terseret Sejauh 50 Meter

57 tahun lalu

Longsor Terjang Banjar Kalsel, 10 Rumah Rusak dan Puluhan Jiwa Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal