“Semua korban merupakan warga Kecamatan Cempaka atau warga sekitar lokasi tambang,” katanya.
Sutopo mengatakan, evakuasi korban dapat dilakukan secara cepat, sejak kejadian hingga Selasa (9/4/2019) pukul 04.30 WITA. Pencarian dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat dibawa di lokasi melihat kondisi medan tidak memungkinan. Tim SAR gabungan didukung oleh lampu penerangan, mesin genset, pompa, dan dapur umum.
“Hujan dan angin kencang serta medan berlumpur menjadi kendala dalam proses evakuasi,” ujarnya.
Longsor di area pendulangan intan tradisional di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru bukan hal baru. Kejadian ini sudah sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Tingginya risiko longsor di area pendulangan intan ini disebabkan cara menambang intan.
“Tentu ini perlu segera diatasi agar tidak terjadi longsor dan korban lagi,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru harus mengkaji dan melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk kebijakan pembangunan di daerah ini. Pemkot Banjarbaru merencanakan menjadikan kawasan Pumpung Cempaka sebagai lokasi wisata, namun kendalanya, lahan tersebut milik masyarakat dan belum bisa dibebaskan.