PONTIANAK - Kemiskinan membuat seorang warga Jalan Apel, Gang Jambu Air, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat, merebus batu dan meminum airnya untuk mengganjal perut yang lapar. Hal tersebut telah dilakukan Niarti (60) sejak satu tahun terakhir.
Saat disambangi pada Selasa siang (24/7/2017), Niarti sedang terbaring dan tampak lemas tidak berdaya. Dia tinggal sebatang kara di rumah yang kondisinya pengap dan penuh dengan batu. Sebuah kompor yang terbuat dari batu juga terlihat di luar rumah. Niarti menggunakannya untuk merebus batu yang selanjutnya dikonsumsi.
Bagi dia, tidak ada pilihan lain untuk mengisi perut yang kelaparan karena dia tidak punya uang untuk membeli makanan atau bahan makanan. Sementara kondisi Niarti yang sudah lama sakit membutuhkan asupan makanan yang cukup dan bergizi.
Ketua RT 01/RW 14 Agus Yadi mengatakan, warganya itu sudah menderita sakit sejak 10 tahun silam. Namun, dia juga tidak mengetahui penyakitnya. Warga sekitar telah mengusulkan kepada pemerintah baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan agar memberi bantuan kepada Niarti. Sebab, selain karena dia warga miskin, Niarti tidak memiliki sanak famili dan hidup sebatang kara di rumahnya.
“Sudah lama, ada 10 tahun lebih dia sakit. Petugas medis kadang-kadang datang, hanya tidak ada tindak lanjutnya. Dari pemerintah datang mengecek aja, tidak ada tindak lanjutnya,” kata Agus Yadi.
Kondisi Niarti mendapat perhatian dari Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Kota Pontianak Herry Fadillah. Dia mengunjungi Niarti sekaligus mendatangkan ambulans ke rumah Niarti agar bisa mendapat perawatan di rumah sakit. Apalagi, Niarti sudah mengonsumsi air rebusan batu selama kurang lebih satu tahun.
“Saya mendapat informasi dari teman-teman Kadin, ada warga di Gang Jambu Air, yang merebus batu untuk makan. Saya pikir kok bisa sampai ada yang seperti itu di kota sebesar ini. Saya suruh dulu staf saya untuk mengecek, ternyata benar. Makanya hari ini saya ke sini melihat ibu itu,” kata Herry.
Herry Fadillah berencana berkoordinasi dengan para pengusaha agar memberikan perhatian pada kelangsungan hidup Niarti ke depan. Selain itu, masih banyak masyarakat lain yang menbutuhkan bantuan.
“Saya mau mengimbau nanti, kalau bisa, teman-teman kita itu, jangan kita hanya bicara tentang keuntungan kerja saja. Coba kita sedikit peduli dengan keadaan masyarakat kita, salah satunya seperti Ibu Niarti ini,” paparnya.