Tradisi Kue Bulan, Asal Usul dan Maknanya

Amelia Ayu Aldira
Kuliner Khas China Sambut Perayaan Kue Bulan (Foto: iNews/Hari Tambayong)

Makna Festival Kue Bulan di Masa Kini

Festival kue bulan bulan dimaknai sebagai perayaan kebersamaan dan acara kuliner yang menarik. Kue bulan ini dibagikan kepada keluarga, teman, dan kerabat untuk mempererat tali silaturahmi. 

Di Indonesia, biasanya kue bulan dikenal dalam dialek Hokkian, yaitu Gwee Pia atau Tiong Ciu Pia. Sementara, dalam dialek Hakka/Khek kue bulan disebut Ngiet-Piang.

Bahkan, beberapa restoran, hotel, dan toko kue menjual kue bulan saat Festival Musim Gugur tiba. Sebagian bentuknya pun masih khas bulan tradisional yang melmabangkan keutuhan keluarga. 

Selain itu, Dewi Bulan sudah tidak lagi dianggap sebagai dewi keberuntungan yang bisa mendatangkan hasil panen berlimpah. Melainkan, sekarang orang Tionghoa menganggap Dewi Bulan sebagai Dewi Cinta. 

Konon jika sepasang kekasih memuja Dewi Bulan di malam hari, mereka akan dikaruniai pasangan yang romantis, langgeng, dan tak terpisahkan. 

Itulah tradisi kue bulan yang berawal dari masyarakat Tiongkok sebagai bentuk persembahan kepada Dewi Bulan.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Cheng Ho, Penjelajah China yang Bentuk Komunitas Tionghoa Islam Pertama di Nusantara

57 tahun lalu

Awal Mula Masuknya Tionghoa di Malang hingga Sejarah Kelenteng Eng An Kiong

57 tahun lalu

Kisah Raden Patah dan Kelenteng Sam Po Kong saat Penyerbuan Pasukan Demak di Semarang

57 tahun lalu

Hadir di Surabaya, Alam Ganjar Antusias Ikut Acara Sambut Imlek Bersama dalam Kebhinekaan

57 tahun lalu

Lumpia Semarang Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa dan Konsistensi Ganjar Dorong Toleransi serta Harmoni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal