"Karena pandemi saya balik kampung halaman jadi ingin lebih dekat dengan orang tua, ingin mengelola lahan orang tua yang ada di sini. Jadinya yang di Bogor sama teman-teman tinggalkan. Kembali ke Kalbar mulai dari nol lagi, kita riset lagi, kita cari pemasok lagi," ujarnya di Pontianak.
Fauzan menceritakan kenapa dipilih kambing lantaran modal yang tidak sebesar sapi. Kambing juga mudah dijual karena permintaannya masih sangat tinggi seperti digunakan beberapa ritual keagamaan, ada juga tahunan seperti Hari Raya Idul Adha.
Kalbar meski mempunyai wilayah yang sangat luas, bahkan termasuk lima terbesar, tapi sayang nya di sini masih banyak didatangkan ribuan ekor bahkan belasan ribu ekor ternak dari Pulau Jawa.
Apalagi dari data yang ada tren populasi ternak bukan naik justru semakin turun. Artinya ada sebuah peluang untuk dimanfaatkan dari ternak kambing itu dia bisa memproduksi dengan 100 persen bahan baku lokal tanpa tergantung dengan daerah yang lain.
Kepala Dinas Perkebunan Peternak Kalbar M Munsif mengajak peternak milenial menangkap peluang budi daya hewan ternak baik sapi, kambing dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan daging konsumsi masyarakat.