"Kalbar saat ini belum menjadi sentra cabai sehingga kebutuhan belum terpenuhi. Namun, ketika ada harga fluktuatif, kita bisa datangkan dari luar agar stok dan harga stabil," katanya.
Produksi cabai yang bisa dipenuhi Kalbar pada Mei 2020 ini baru 480 ton. Sehingga untuk memenuhi kekurangannya, cabai didatangkan dari luar daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Kalbar, Syariful Hamzah Nauly menambahkan, pembelian cabai rawit dari Tuban tersebut juga dalam rangka mendukung kepedulian Kementerian Pertanian untuk distribusi cabai daerah yang sedang panen.
"Saat ini petani di Tuban sedang panen. Kementerian Pertanian ikut mencarikan pasar dan kita siap membeli cabai petani. Kita memang butuh untuk stabilisasi harga," katanya.
Syariful mengatakan, untuk saat ini, total cabai yang dibeli perusda yakni satu ton. Untuk ke depan, tergantung pada kondisi harga cabai di pasar. Apabila perlu lagi untuk stabilisasi harga maka pihaknya siap mendatangkannya.
"Pembelian cabai kita itu langsung ke petani Tuban, bukan antar Perusda," katanya.